Skip to main content

PERPISAHAN BYE. LDK HI.



Judulnya bisa diartikan banyak hal. Bisa betul bisa salah pengertiannya. Tergantung pemikiran setiap orang aja. Jelas yang paling betul ya pemikiran penulisnya lah. 


Fashion show dari perwakilan pengurus OSIS di spensa '15

Tanggal 10 juni kemarin adalah graduation day of SMP 1 Majenang. Yaash! Perpisahan kelas IX di sekolahku. Dengan menggunakan judul “Spensa ‘15” , Guru, staff, karyawan, berserta OSIS yang menjadi panitia spensa ’15 ini kami merancang perpisahan tahun ini agar menjadi sukses dan berjalan dengan baik. Awalnya aku udah seneng banget, udah punya rencana ini itu yang bakal aku lakuin di perpisahan tanggal 10 juni. Dari mulai OSIS bakal tampil—walaupun cuma perwakilan—Fashion show, aku mau ngajak fotbar semua pengurus OSIS mumpung lengkap, dan banyak hal-hal lain yang pengin aku lakuin di perpisahan tahun ini. Tapi apa yang terjadi? Simak cerita berikut.

1 minggu sebelum perpisahan, sekolahku mengadakan UKK terlebih dahulu. Entahlah, guru-guru rencananya gitu, jaid UKK dulu baru perpisahan. Bisa dibilang agak keganggu sih, harus fokus kedua-dua nya, ya UKK, ya perpisahan. Tapi, jalanin aja. Begitu sampai di hari terakhir UKK, paktik—Pembina OSIS—nyamperin aku. Hampir mau nangis, sumpah.Beliau bilang, “hari senin sampai kamis—8-11 Juni 15—kamu ke Solo”. Ngga pake basa-basi, ngga pake muqaddimah, boro-boro salam, apa gimana, langsung tudepoin itu rasanya...

Yaudah, aku pasrah. Lagi-lagi Cuma bisa bilang, jalanin aja. Awalnya sih, sebelum berangkat kesana aku ½ stress gimana gitu. Ya gimana lagi, harus ngontrol perpisahan, nitip ke pengurus lain, belum nyiapin buat acara disana. Oia, acara di Solo itu adalah LDK—Latihan Dasar Kepemimpinan— tk. Provinsi. 

Itu baru awal, mungkin emang saking shock nya gara-gara paktik terlalu ngagetin ngasih taunya. Tapi, setelah beberapa jam kemudian, ada panggilan buat aku—peserta LDK—buat kumpul di aula dengerin pengumuman lebih lanjut. Ternyata disana ngga Cuma aku yang kumpul, tapi ada juga peserta LCC. Jeng jeng jeng. Bagian inilah yang aku suka. Pertama, aku nggajadi ikut LCC. Kedua, disitu aku dikasih tau bahwa disana aku bakalan seneng-seneng ditambah lagi nginepnya di hotel berbintang five bro! Faaifff!!!. Yaash! . disitu aku Cuma bisa bertawakal semoga guru-guru yang ngasih pengumuman ngga php, aamiin.

Petualanganpun dimulai. Singkat cerita, aku sampai di Solo. And what? Thanks to Allah SWT. Guru-guru ngga php! Serius. Aku nginep di hotel Lor In Solo. Aku ngga bisa mendeskripsikan lebih lanjut, karena speechless banget. Intinya disana aku seneng banget. Ngga mikirin lebih lanjut tetang harus go nasional atau engga. Yang jelas banyak banget yang aku dapet dari sana. Pengalaman yang lebih dari berharga. Apalagi temen-temennya. Wooooh, mereka semua anak-anak yang luarrrr biasaa. Ya bayangin aja, ini acara isinya pemimppin semua. Beda ngga kaya di sekolah. Akusih ngebayanginnya, andai aja ada sekolah yang isinya anak yang kaya gini semua. Ah pasti ketosnya ayem banget. 



Ngga lupa juga, aku ketemu temen-temen dari berbagai kabupaten di Jateng, salah satunya Cilacap. Mereka juga keren-keren. Hebat juga pastinya. Yulia-Yanuar (SMP N 1 Sidareja), Dinda-Satya (SMP N 2 Maos), Siraj-Daffa (SMP N 1 Cilacap).

Kabupaten Cilacap --kurang Rano+Yanuar--

Aku tidur di kamar nomor 7207, yang berisi anak-anak yang gila. Grace(Wonogiri), Mira(Brebes), Sonia(Wonogiri) adalah temen-temen sekamarku*. Kita emang baru ketemu 4 hari, tapi keseruan yag kita lakuin kaya baru 4jam. Kurang lamaaaa. Dari awal aku ketemu mereka aja perutku udah sakit gara-gara nggabisa berhenti ketawa. Ah pokonya aku nggabisa ngomentarin apa-apa dari mereka. Intinya mereka semua hebat. Keren. Luar biasa. Kita harus ketemu lagi suatu saat!

*foto mereka ngga aku post disini karena kita foto di kamar dan ngga pake kerudung semua hahaa v

Comments

Popular posts from this blog

Masa Kuliah | Bagian Empat

Oiya, event yang aku ikuti tidak hanya DIS saja, tetapi juga ada beberapa event lain seperti DMF, Depa’s Infection, dan BKGN, yang alhamdulillah semuanya di-eksekusi pada topik 3 :)). Tidak hanya event saja yang memenuhi kepalaku di semester 1 ini. Aku juga dijejeli dengan berbagai kegiatan wajib kampus yang ‘katanya’, sih, merupakan rangkaian dari PPSMB fakultas (yang bahkan sampai saat ini jujur saja akumasih tidak menyukainya, haha). FGD atau forum group discussion namanya. Entah apa tujuannya yang jelas itu sangat membuang-buang waktu. Sedari awal aku jujur saja senang dan cenderung antusias ketika mendengar akan ada rangkaian PPSMB fakultas selanjutnya walaupun sedikit kesal kenapa harus dipadatkan di topik 3. padahal, di topik 1 dan 2 begitu banyaknya waktu luang sampai-sampai aku bingung harus melakukan apa. Akan tetapi, begitu kegiatan tesebut dimulai, aku masih tidak habis pikir, mengapa ditengah padatnya jadwal di fkg ini, masih saja ada pemikiran untuk membuat kegiatan ...

CONTOH TEKS DISKUSI SINGKAT

LARANGAN SISWA MEMBAWA SEPEDA MOTOR KE SEKOLAH             Sepeda motor sudah tidak asing lagi bagi semua masyarakat Indonesia. Bahkan, para remaja pun kini sudah terbiasa mengendarai sepeda motor. Jika ditelusuri lebih dalam sebenarnya banyak sekali dampak negatif penggunaan sepeda motor. Itulah sebabnya mengapa banyak sekolah yang mengeluarkan larangan bagi siswa.             Ada beberapa orang yang bertentangan pendapatnya dengan larangan tersebut. Mereka memiliki pendapat masing-masing. Antara lain, dengan siswa membawa sepeda motor ke sekolah, mereka tidak harus menunggu kendaraan umum untuk berangkat dan pulang. Dengan begitu, waktu yang mereka gunakan lebih singkat. Kemudian, siswa yang jarak tempuh antara rumah dan sekolahnya jauh lebih mudah menggunakan sepeda motor dibandingkan dengan harus menunggu kendaraan umum.       ...

BUPATI CUP

2 bulan lalu, tepatnya 28 maret 2015, adalah hari yang lumayan bersejarah. Kenapa?. Sekolahku, SMPN 1 Majenang, telah menemukan kembali tanggal lahirnya. Ya, tepat pada tanggal itu. Jadi, untuk memperingatinya, sekolah pun bikin suatu event yang cukup dapat membuat kenangan, karena emang itu event terbesar yang pernah dilakui sepanjang sejarah sekolahku ya. Grand Expo: Kreativitas Anak Bangsa tahun 2015. Dari judulnya aja udah keren kan-kayaknyasi-. Jadi, kenapa aku bilang itu hari yang bersejarah, ada beberapa alasan.  Pertama, disitu aku ditunjuk sebagai ketua panitia. Bukannya lagi sombong, jujur ngga enak banget. Pusing coeg. Bayangin aja, harus mimpin lebih dari 100 anak yang dapet tugas juga dari guru. Kami menamakan diri kami sebagai Panitia Expo. Jelas ya, namanya panitia pasti bakalan ikut berperan besar dalam jalannya kegiatan tersebut. Panitia ini sendiri ngga asal tunjuk. Mereka-mereka semua udah berpengalaman dalam bidang ini, organisasi. 100 anak itu ad...