Skip to main content

KARTINI'S DAY [Episode 2]


Berani Beda itu Baik, tapi bikin kalah jadi gausah.

Biasa, sok-kekinian.

Yeah. Aku rasa baru juga kemaren nulis tentang kartini, eh udah dateng lagi episode yang kedua ini. Sebenernya di sekolahku jarang ya ngadain acara peringatan kartini. Bahkan, mungkin ini pertama kalinya. Di tahun-tahun sebelumnya, mungkin hanya sekedar menjadi tema di kegiatan pramukaan.

Yap, di tahun ini, ada peringatan kartini yang yaa bisa dibilang agak besar ya. Kalo seru sih udah pasti. Kaya yang udah diliat diatas, itu salah satu acara buat memeriahkan peringatan ini. Kurang lebih acara nya: Lomba Foto Kelas, Lomba Menghias Taman, Lomba Membuat Kerajinan Tangan, Lomba Kebersihan, sampai yang paling seru ada Lomba Fashion Show, so pasti, semua bertemakan "Kartini".

Suka duka banyak kami lewati saat itu. Jujur, yang paling aku inget sih tentang Lomba Foto Kelas.

Ini foto yang kami kirim buat lomba #HAGEUS.

Begitu OSIS masuk ke kelas dan ngumumin akan ada peringatan hari kartini dan di dalemnya ada Lomba Foto Kelas, kami langsung semangat gitu buat nyiapin yang ini. Kita harus menang-di lomba yang ini-. itu yang ada dipikiran kami. Haha, yap, karena lomba-lomba yang lain kami ngga gitu yakin. So, kami jadi kelas pertama yang berfoto bersama. Menurutku sih gitu, tapi entahlah. Salah satu temenku ngasih ide, "Gimana kalo fotonya pake topeng Kartini aja?" "Pasti ngga akan ada yang kembar sama kita." Yoi, biasanya orang lebih suka yang beda, kan. Selain itu, ada manfaat sampingannya, muka kita ngga keliatan. Yeah. Semua setuju. Foto pun dimulai. Cekrek, cekrek, uploadNgga, ngga langsung di-upload. Kan udah bilang, kami mau yang beda. Foto udah dicetak, dan siap dikumpulin. Ngga lama, OSIS dateng lagi. Aku ngga gitu faham sama apa yang disampein karena waktu itu lagi ngurusin taman. Aku nanya ke temen, kata dia, "Besok penilaiannya dari like yang ada di facebook." Ya, yang dikumpulin bukan hanya cetakan fotonya, tapi juga file fotonya. Katanya, sore nanti bakal di-upload ke Fanpage OSIS. Oke. Kami makin semangat.

Sore nya, tanpa mikir apapun aku langsung buru-buru ngecek Fanpage  tersebut. Jenggg jeng. Likers terusss bertambah sampai singkat cerita, foto kami yang punya paling banyak likers. Di titik itu kami udah senengnya luar biasa. Ya gimana engga. Ngemis like kemana-mana itu ngga gampang, loh. 

But, rupanya senengnya kami belum direstui penuh. Di akhir acara-jelas lah-ada pengumuman kejuaraan. Yang menang-pastinya-dapet hadiah, piala. Huh. Kami udah optimis banget itu piala di kelas bakalan membelah diri-lagi-jadi 5. Walaupun cuma dapet satu, seengganya dapet. Kejadian pahit pun terjadi. Begitu diumumin, bukan Hageus yang menang. Lemes, sih. Jujur, enek banget. Rasanya kaya ada yang ngganjel gitu. Serasa, yaa, ada yang, ah sudahlah.

Namanya juga lomba, kami tahu.

Bisa disimpulkan, yang kami dapet bukan cuma suka dan duka. Hikmah pasti ada. Berani beda itu baik, tapi bikin kalah jadi, gausah.


Selamat Hari Kartini! Oke, ini telat banget.
Terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Hobi | Bagian Tiga

Setelah sekian lamanya aku gak nyentuh software-software design di komputer ataupun laptop karena ayahku yang udah punya bisnis lain dan aku   juga udah punya kegiatan yang lebih padat di sekolah, akhirnya saat aku SMA, aku memulai lagi untuk membuka mataku dan memulai lagi mengenal software-software tersebut. Jadi ceritanya waktu pertama kali aku masuk SMA, pertama kali nya aku diberi sebuah amanah yang menurutku cukup besar untuk seorang yang belum pernah menerima amanah apapun di SMA yang cukup jauh dari rumahnya itu. Aku mendapat amanah menjadi seorang wakil kepala department media rohis sma ku, poh al uswah. Awalnya memang aku bersikap biasa saja mengenai hal tersebut. Akan tetapi, ternyata hal itulah yang justru membuat perjalananku sedikit berubah dan membuatku menemukan hal-hal baru baik dalam diriku maupun hidupku. Aku pernah sih bahas tentang amanahku itu di tulisanku yang episode “masa kuliah”, cuma akulupa part berapanya. Yang jelas, amanah jadi wakadept itu yang ...

Hobi | Bagian Dua

Mungkin semenjak saat itu, diumurku yang masih sangat muda, sudah sangat banyak ya foto-foto ataupun gambar-gambar random yang sudah berhasil aku edit seadanya. Dari mulai fotoku sendiri, fotoku bersama sudara-saudaraku, dan foto-foto lainnya. Aku juga mendapat komentar yang cukup positif dari saudara-saudaraku. Yang jelas, aku tidak pernah berhenti untuk mempelajari halhal yang berkaitan dengan software, terutama software editing di komputer. Aku senang sekali saat melihat ayahku mengotak-atik kemampuannya membedah hardware dan software . Aku bersyukur sekali bisa memiliki ayah sehebat dia. Tidak selesai sampai disitu. Ada sebuah keanehan dalam diriku. Walaupun semenjak kejadian itu aku sering sekali dimintai tolong oleh ayahku untuk membantu pekerjaannya, yaitu untuk mengedit foto, ada satu hal yang paling tidak bisa aku lakukan dan aku malah cenderung membencinya jika aku disuruh melakukannya. Menggambar. Ya, aneh kan ya? Pernah waktu aku TK dulu, aku sampai menangis saa...

Hobi | Bagian Satu

Hobi. Tiba tiba terlintas di kepalaku tentang kata yang—kelihatannya--sederhana itu. sebenernya hobi itu apa, sih? dari dulu, aku cuma tau kalo hobi itu cuma sebatas suatu apapun, baik itu kegiatan, barang, makanan, or anything yang kita sukai, yang kita susah untuk bosen kalo kita udah terjun di dalamnya, yang kita nyaman dan enjoy banget sama hal-hal tesebut. Apakah itu bener? Seiring berjalannya waktu, aku bukannya semakin yakin dengan hal-hal yang aku anggap sebagai “hobi” ku, melainkan malah semakin bingung dengan pertanyaan apakah sebenernya aku punya hobi atau enggak? Ya balik lagi ke pertanyaan awal yang karena emang aku malah jadi bingung hobi itu sebenernya apa. So, aku pengen cerita tentang hal yang berkaitan dengan hobiku, yang tidak lain dan tidak bukan, harapannya semoga saja aku jadi ngerti setelah aku menjabarkan semua cerita ini. Kalo aku sering dikasih komentar dari orang lain, ya, mereka bilang aku ini suka sama hal-hal yang berbau teknologi, ya baik ...