Skip to main content

Masa SMA | Bagian Empat



.
.
Satu bulan setelah  aku menjalani hari hari pertama ku di kos, ada satu penampakkan baru. Ya, ternyata ada anggota baru di kos kami. Nisa, begitulah cara dia memanggil dirinya. Aku tidak berekspektasi kalau ternyata di kemudian hari kehadirannya akan sangat berpengaruh pada kehidupanku. Allah subhanahu wa ta’ala lah yang merencanakan hal ini.

Allah berfirman:

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.” (Q.S. Al-Fath: 23)

Hanya sekedar mengenal namanya saat kami kelas 10. Ya, kami berbeda kelas. Benar-benar layaknya teman biasa saja. Tidak pula aku merasa ada perubahan dalam hidupku karena dia.

Naiklah kita ke kelas 11. Singkat cerita, kami satu kelas. Lagi, akupun merasa biaasa saja. Tidak ada hal yang mengganjal.

Namun, petualanganku mulai memuncak beberapa saat kemudian. Satu kelas membuat kita semakin direkatkan. Mungkin, hampir tidak disadari, kita semakin mudah untuk menghabiskan waktu bersama-sama. Di kos, berangkat sekolah, di kelas, pulang ke kos, main, sekolah lagi, di kelas, main lagi, organisasi, event, kos lagi, terus saja begitu. Sahabat baru? Bahagia?

Di tengah petualanganku itu, aku menyadari satu hal. Bahwa,

Tidak mudah memang berada dekat dengan orang seperti dia. Salah satu orang yang berada di atas pondasi yang aku buat (yaitu diriku sendiri). Ranking minimal 3 besar, menang lomba sana sini, nilai selalu bagus, aku harus menyebutkan apalagi untuk mendiskripsikan bagaimana “dewa” nya dia? (hanya ungkapan, ya). Apakah bisa dibayagkan, bagaimana cara agar semut bisa berteman dengan gajah? Apakah bisa dibayangkan, bagaimana tanaman tauge bisa berteman dengan beringin? Apakah bisa dibayangkan, bagaimana tanah bisa berteman dengan langit? Mungkin, tu perumpamaan sederhananya.

Lagi, setiap hari aku harus duduk berada tepat di belakang dia saat pelajaran berlangsung. Dan, kalian tahu apa? Jangankan memahami apa yang guruku sampaikan, mendengarnya pun kadang tidak sanggup.

Aku tidak menyalahkan dia dalam hal ini, karena memang ini bukan kesalahannya. Jujur saja, aku hanya merasa tertekan dengan posisiku saat itu. Aku bahkan masih merasa heran bagaimana caraku bisa melalui semua ini.

Mungkin orang-orang akan mengatakan, “lah, kenapa kamu ga tanya aja sama dia kalau kamu bingung? Kan kamu malah bisa lebih mudah diajarin sama dia?”

Yap. Itu salah satu hal yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan untuk ku. Sederhana saja, aku belum bisa menerima posisi ku. Aku belum bisa menerima menjadi semut dari gajah, menjadi tanaman tauge dari beringin, menjadi tanah dari langit. Itu sangat jauh terbalik dari kebiasaanku. Maasya Allah. Aku akui, bekas bekas “rasa nyaman” itu memang masih ada. Rasa nyamanku yang selalu ku rasakan. Selalu berada menjadi yang ‘teratas’. Aku belum bisa menerima keadaan.
.
.
.
.
Bersambung.

#MasaSMA #Motivasi #SNMPTN #Pengalaman #Viral #Seru #menantang #SMA #jogjakarta #sekolah #vibes #tutorial #cerita #ceritabersambung #contohteks #baca #literasi #indonesia #sman1yogyakarta #smateladan

=======================
🔻Follow me:
on instagram
on youtube

Comments

Popular posts from this blog

Hobi | Bagian Tiga

Setelah sekian lamanya aku gak nyentuh software-software design di komputer ataupun laptop karena ayahku yang udah punya bisnis lain dan aku   juga udah punya kegiatan yang lebih padat di sekolah, akhirnya saat aku SMA, aku memulai lagi untuk membuka mataku dan memulai lagi mengenal software-software tersebut. Jadi ceritanya waktu pertama kali aku masuk SMA, pertama kali nya aku diberi sebuah amanah yang menurutku cukup besar untuk seorang yang belum pernah menerima amanah apapun di SMA yang cukup jauh dari rumahnya itu. Aku mendapat amanah menjadi seorang wakil kepala department media rohis sma ku, poh al uswah. Awalnya memang aku bersikap biasa saja mengenai hal tersebut. Akan tetapi, ternyata hal itulah yang justru membuat perjalananku sedikit berubah dan membuatku menemukan hal-hal baru baik dalam diriku maupun hidupku. Aku pernah sih bahas tentang amanahku itu di tulisanku yang episode “masa kuliah”, cuma akulupa part berapanya. Yang jelas, amanah jadi wakadept itu yang ...

Hobi | Bagian Dua

Mungkin semenjak saat itu, diumurku yang masih sangat muda, sudah sangat banyak ya foto-foto ataupun gambar-gambar random yang sudah berhasil aku edit seadanya. Dari mulai fotoku sendiri, fotoku bersama sudara-saudaraku, dan foto-foto lainnya. Aku juga mendapat komentar yang cukup positif dari saudara-saudaraku. Yang jelas, aku tidak pernah berhenti untuk mempelajari halhal yang berkaitan dengan software, terutama software editing di komputer. Aku senang sekali saat melihat ayahku mengotak-atik kemampuannya membedah hardware dan software . Aku bersyukur sekali bisa memiliki ayah sehebat dia. Tidak selesai sampai disitu. Ada sebuah keanehan dalam diriku. Walaupun semenjak kejadian itu aku sering sekali dimintai tolong oleh ayahku untuk membantu pekerjaannya, yaitu untuk mengedit foto, ada satu hal yang paling tidak bisa aku lakukan dan aku malah cenderung membencinya jika aku disuruh melakukannya. Menggambar. Ya, aneh kan ya? Pernah waktu aku TK dulu, aku sampai menangis saa...

Masa Kuliah | Bagian Empat

Oiya, event yang aku ikuti tidak hanya DIS saja, tetapi juga ada beberapa event lain seperti DMF, Depa’s Infection, dan BKGN, yang alhamdulillah semuanya di-eksekusi pada topik 3 :)). Tidak hanya event saja yang memenuhi kepalaku di semester 1 ini. Aku juga dijejeli dengan berbagai kegiatan wajib kampus yang ‘katanya’, sih, merupakan rangkaian dari PPSMB fakultas (yang bahkan sampai saat ini jujur saja akumasih tidak menyukainya, haha). FGD atau forum group discussion namanya. Entah apa tujuannya yang jelas itu sangat membuang-buang waktu. Sedari awal aku jujur saja senang dan cenderung antusias ketika mendengar akan ada rangkaian PPSMB fakultas selanjutnya walaupun sedikit kesal kenapa harus dipadatkan di topik 3. padahal, di topik 1 dan 2 begitu banyaknya waktu luang sampai-sampai aku bingung harus melakukan apa. Akan tetapi, begitu kegiatan tesebut dimulai, aku masih tidak habis pikir, mengapa ditengah padatnya jadwal di fkg ini, masih saja ada pemikiran untuk membuat kegiatan ...