Skip to main content

Masa SMA | Bagian Lima


Memasuki semester 3.

Guru-guru mulai menggencarkan, “jangan cuma sibuk kegiatan, belajar harus jalan, persiapan SNMPTN”. Itulah kalimat yang selalu hadir di tengah-tengah kebisingan hidupku. Tersadarlah aku, sambil terus melanjutkan pergerakan dengan ‘sedikit keberanian’. Aku selalu memperjuangkan berbagai lomba yang mungkin aku ikuti. Belajar semalaman karena setiap pagi sampai paling tidak maghrib aku harus beraktivitas di sekolah. Pola tidurku mulai berubah. 5 bahkan mungkin hanya 4 jam saja. Lalu, apa?

Kecewa. Sedih. Lelah. Itu, kata yang menggambarkan perasaanku saat itu. disaat temanku tadi berada di peringkat tertinggi, aku hanya bisa menikmati kemerosotan peringkatku. Disaat temanku tadi memboyong piala dari sana sini, aku hanya bisa menangis kecewa setiap mendengar pengumuman hasil perlombaan yang aku ikuti. lain lagi, disaat aku sudah cukup tertekan melihat teman dekatku ini mencerahkan namanya, melejitkan namanya dengan prestasi-prestasinya, sekaligus juga aku melihat teman-teman lain yang menggetih berusaha untuk aktif dalam berbagai organisasi, berbagai event, aktivitas non-akademik di sekolah, menjadi petinggi dimana-mana, mendapat banyak kepercayaan dari kakak kelas maupun teman-teman, mendapat banyak relasi baik dari luar mau pun di dalam sekolah. Sedangkan aku? baru mendapat satu dua amanah saja kadang sudah keteteran menjalaninya.

Begitu memasuki semester 4, aku bertambah gugup, aku takut, karena di masa itulah kami, para pengejar snmptn, harus paling tidak bisa mempertahankan nilai akademik kami. tak hanya itu, kami sebenarnya juga membutuhkan sertifikat-sertifikat kejuaraan karena itu pasti akan sangat bermanfaat. apa daya, semakin aku kejar, semakinn aku bersemangat, aku justru makin merasa jatuh.


(15-04-2019; 8.33)
waktu itu, saat-saat dimana aku sedang aktif-aktifnya di TJRC, salah satu ekstrakulikuler berbabis PMR atau palang merah remaja di SMA ku. saat dimana--seharusya--kita produktif. sebagaimana teman-temanku yang setiap lomba mewakili TJRC selalu membawa pulang piala. sampai, pada suatu saat, karena itu aku pikir adalah penghujung perjalananku. aku nangis. bener-bener nangis. aku kira itu kesempatan terkahirku untuk bisa 'bawa pulang piala'. aku sampai nelfon orang tuaku saking sedihnya aku. aku minta maaf sama mereka karena sampai 2 tahun aku sekolah di tempat yang cukup jauh dari rumah, yang aku damba-dambakann sejak smp, aku gabisa kasih apa-apa buat mereka. aku cuma ngabisin uang mereka. aku cuma bikin repot mereka. itulah yang aku pikirin saat itu. betapa merasa hancurnya aku. rapuh.

aku coba menenangkan diri. satu hari, dua hari, minggu, berlalu. aku sadar, perjalanan sekolah, bahkan hidupku masih panjang. aku masih melalui banyak rintangan lain yang aku yakin itu jauh lebih rumit dari sekedar "kalah lomba ribuan kali" dan "gabisa bawa pulang piala setelah mencoba 2 tahun lamanya".

aku memunculkan motivasi lagi dari diriku sendiri
"Habiskan jatah gagalmu dan tetaplah bersyukur"

aku menemukan motto baru. aku tempel di depan meja belajarku.
aku terus berdoa dan tak lupa berusaha. tekanan? jelas terus datang, lah. aku makin deket sama temanku, nisa. semakin dekat kelas 12, semakin rajin teman teman ku belajar.

dan
sampai lah aku pada sebuah masa
dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan salah satu rencana indah-Nya kepadaku. yak. aku masih diberi kesempatan.
.
.
.
.
Bersambung.

#MasaSMA #Motivasi #SNMPTN #Pengalaman #Viral #Seru #menantang #SMA #jogjakarta #sekolah #vibes #tutorial #cerita #ceritabersambung #contohteks #baca #literasi #indonesia #sman1yogyakarta #smateladan

=======================
🔻Follow me:
on instagram
on youtube

Comments

Popular posts from this blog

Masa Kuliah | Bagian Empat

Oiya, event yang aku ikuti tidak hanya DIS saja, tetapi juga ada beberapa event lain seperti DMF, Depa’s Infection, dan BKGN, yang alhamdulillah semuanya di-eksekusi pada topik 3 :)). Tidak hanya event saja yang memenuhi kepalaku di semester 1 ini. Aku juga dijejeli dengan berbagai kegiatan wajib kampus yang ‘katanya’, sih, merupakan rangkaian dari PPSMB fakultas (yang bahkan sampai saat ini jujur saja akumasih tidak menyukainya, haha). FGD atau forum group discussion namanya. Entah apa tujuannya yang jelas itu sangat membuang-buang waktu. Sedari awal aku jujur saja senang dan cenderung antusias ketika mendengar akan ada rangkaian PPSMB fakultas selanjutnya walaupun sedikit kesal kenapa harus dipadatkan di topik 3. padahal, di topik 1 dan 2 begitu banyaknya waktu luang sampai-sampai aku bingung harus melakukan apa. Akan tetapi, begitu kegiatan tesebut dimulai, aku masih tidak habis pikir, mengapa ditengah padatnya jadwal di fkg ini, masih saja ada pemikiran untuk membuat kegiatan ...

CONTOH TEKS DISKUSI SINGKAT

LARANGAN SISWA MEMBAWA SEPEDA MOTOR KE SEKOLAH             Sepeda motor sudah tidak asing lagi bagi semua masyarakat Indonesia. Bahkan, para remaja pun kini sudah terbiasa mengendarai sepeda motor. Jika ditelusuri lebih dalam sebenarnya banyak sekali dampak negatif penggunaan sepeda motor. Itulah sebabnya mengapa banyak sekolah yang mengeluarkan larangan bagi siswa.             Ada beberapa orang yang bertentangan pendapatnya dengan larangan tersebut. Mereka memiliki pendapat masing-masing. Antara lain, dengan siswa membawa sepeda motor ke sekolah, mereka tidak harus menunggu kendaraan umum untuk berangkat dan pulang. Dengan begitu, waktu yang mereka gunakan lebih singkat. Kemudian, siswa yang jarak tempuh antara rumah dan sekolahnya jauh lebih mudah menggunakan sepeda motor dibandingkan dengan harus menunggu kendaraan umum.       ...

BUPATI CUP

2 bulan lalu, tepatnya 28 maret 2015, adalah hari yang lumayan bersejarah. Kenapa?. Sekolahku, SMPN 1 Majenang, telah menemukan kembali tanggal lahirnya. Ya, tepat pada tanggal itu. Jadi, untuk memperingatinya, sekolah pun bikin suatu event yang cukup dapat membuat kenangan, karena emang itu event terbesar yang pernah dilakui sepanjang sejarah sekolahku ya. Grand Expo: Kreativitas Anak Bangsa tahun 2015. Dari judulnya aja udah keren kan-kayaknyasi-. Jadi, kenapa aku bilang itu hari yang bersejarah, ada beberapa alasan.  Pertama, disitu aku ditunjuk sebagai ketua panitia. Bukannya lagi sombong, jujur ngga enak banget. Pusing coeg. Bayangin aja, harus mimpin lebih dari 100 anak yang dapet tugas juga dari guru. Kami menamakan diri kami sebagai Panitia Expo. Jelas ya, namanya panitia pasti bakalan ikut berperan besar dalam jalannya kegiatan tersebut. Panitia ini sendiri ngga asal tunjuk. Mereka-mereka semua udah berpengalaman dalam bidang ini, organisasi. 100 anak itu ad...