Skip to main content

Masa Kuliah | Bagian Dua

Sebenernya ini lanjutan dari tulisan sebelumnya yang masih menyangkut tentang PPSMB. Tentang bagaimana aku yang terisnpirasi dengan kakak kakak panitia PPSMB. Jujur, pertama kali aku ngeliat panitia PPSMB, yang aku pikirkan adalah betapa tidak mungkinnya aku bisa jadi mereka, HAHA. Jujur aja, mereka menginspirasi aku di awal aku memasuki dunia perkuliahan. Walaupun aku juga sebenernya tau dibalik semua perjuangan itu ada kelelahan yang mendalam yang mungkin juga ada tujuan baik dibalik semua itu. Tujuan baik bagi mereka pribadi maupun bagi kami semua para mahasiswa baru.
Pertama, aku mau menceritakan tentang  pengalaman PPSMB ku. Aku memiliki dua co-fass perempuan bernama Mbak Dinda dan Mbak Nurul. Mereka buat aku memang tidak seheboh co-fass co-fass lainnya. Akan tetapi, itu tidak melunturkan rasa kagumku pada mereka. Ya, lagi-lagi, seperti yang sudah aku tulis di episode sebelumnya, aku benar-benar melihat langsung bagaimana hasil kerja keras mereka selama membimbing kami dalam rangkaian acara PPSMB. Luar biasa cara mereak untuk tetap semangat dan tak sedikitpun memperlihatkan rasa lelah mereka. Di tengah teriknya panas yang bahkan aku--yang hanya selalu terdiam selama satu minggu rangkaian PPSMB berlangsung, selalu mencari tempat teduh saat disuruh berkumpul, selalu mencari aman disaat sesi diskusi—saja selalu mengeluh sesekali pada diri sendiri dan tidak bisa sekuat itu untuk merasa bahwa aku kuat.

Ada saja hal-hal yang membuatku berpikir, “Kapan ini akan selesai?” “Kenapa harus satu minggu, lama banget sih!” “kenapa harus selama ini, sih?!” “Kenapa ribet banget sih tugasnya?!” “Tugas lagi, tugas lagi!” “heuh!”

Sambatan-sambatan itu memang belum mendapat jawaban bahkan hingga kuliahku dimulai selama beberapa minggu. Justru aku malah memiliki angan-angan baru ketika PPSMB mulai berakhir, aku ingin menjadi panitia PPSMB. HAHA! Aku tau, it was so crazy. Tapi, sampai aku menulis tulisan ini, aku masih tetap memiliki angan-angan itu. entahlah, apakah aku benar-benar bisa untuk menghalau dan menyingkirkan rasa ketidak-percayaan diriku dan kekahwatiranku untuk dapat benar-benar mewujudkan impianku itu. mungkin, bagi beberapa orang itu merupakan hal yang sepele. Halah, hanya sebagai panitia saja. Tapi, bagiku jujur itu merupakan hal yang sulit.

Bayangkan saja, untuk menjadi seorang yang tergabung dalam sebuah kepanitiaan yang cukup ternama di kampusku itu, kita harus melalui berbagai tahapan rumit. Dimulai dari open recruitment yang aku yakin itu tidak seperti oprec-oprec panitia atau organisasi pada umumnya (ini masih sekedar ekespektasiku sih, akan sedikit lebih ketat karena aku yakin banget sangat banyak yang menginginkan bergabung dalam kepanitiaan itu), training yang sangat memakan waktu liburan semester yang cukup panjang dan lumayan jika aku gunakan untuk berhibernasi di rumah, dan rangkaian-rangkaian hari-H yang sudah aku jelaskan sebelumnya (sedikit terlihat mematikan untuk diriku). Eh, btw, aku ingin masuk dalam kepanitiaan PPSMB bukan sebagai co-fass, ya. Aku ingin berkontribusi melalui bidang yang aku suka. Ya, DDD.

Ini sejalan dengan pengalaman kuliahku selama satu semester.

Pada semester pertama ini, FKG UGM, fakultas tempat aku berkuliah, memberiku sistem perkuliahan secara sistem topik (yang katanya sistem semi-blok). Iya, jujur aku juga sedikit  aneh sih dengan sistem ini. Kita gak punya UTS, tapi kita punya UAS. How crazy is it! Ya, buat apa ada UAS bambang:” Katanya, sih, “ya biar bantu kalian naikin nilai.” Ya, udah, nurut deh. Males debat sama manusia penguasa. Hehe kerad ya.

Di topik 1, aku dikasih waktu dua minggu. Hehe, iya, setelah dua minggu itu berlalu, aku ujianJ. Ada tuh masanya dimana temen-temen ku masih libur aja belom selesai, MOS belom mulai, aku udah ujian, dong. Tapi, well, aku merasa super duper selo banget, sih. emang, ada sih beberapa hari yang aku harus berangkat cukup pagi, jam 7 tepat. Tapi, tetep aja jam pulangnya pagi juga, kadang jam 9 aja udah bisa pulang, man. Gila dah kaya orientasi bocah TK:”) Yah, kalian tau betapa happy nya aku waktu itu. bahkan kayaknya tugas aja tuh belum ada deh waktu itu. Ada sih, satu, itupun cuma searching aja terus di parafrase di word, dikirim lewat online. Luar biasa. Saking gabutnya, ada tuh saat dimana malem-malem aku bener-bener bingung mau ngapain, bosen, dan berakhir aku main ke tempat mimin tepat di sebelah kamarku. Dan, see, betapa rempong dan kasihannya mereka (para mahasiswa KU) saat itu. luar biasa bersyukurnya sih aku saat itu. 

tapi, ternyata memang pada kenyataannya hidup perkuliahanku belum benar-benar dimulai.
.
.
.
.
bersambung.
=======================
🔻Follow me:

Comments

Popular posts from this blog

Masa Kuliah | Bagian Empat

Oiya, event yang aku ikuti tidak hanya DIS saja, tetapi juga ada beberapa event lain seperti DMF, Depa’s Infection, dan BKGN, yang alhamdulillah semuanya di-eksekusi pada topik 3 :)). Tidak hanya event saja yang memenuhi kepalaku di semester 1 ini. Aku juga dijejeli dengan berbagai kegiatan wajib kampus yang ‘katanya’, sih, merupakan rangkaian dari PPSMB fakultas (yang bahkan sampai saat ini jujur saja akumasih tidak menyukainya, haha). FGD atau forum group discussion namanya. Entah apa tujuannya yang jelas itu sangat membuang-buang waktu. Sedari awal aku jujur saja senang dan cenderung antusias ketika mendengar akan ada rangkaian PPSMB fakultas selanjutnya walaupun sedikit kesal kenapa harus dipadatkan di topik 3. padahal, di topik 1 dan 2 begitu banyaknya waktu luang sampai-sampai aku bingung harus melakukan apa. Akan tetapi, begitu kegiatan tesebut dimulai, aku masih tidak habis pikir, mengapa ditengah padatnya jadwal di fkg ini, masih saja ada pemikiran untuk membuat kegiatan ...

Hobi | Bagian Tiga

Setelah sekian lamanya aku gak nyentuh software-software design di komputer ataupun laptop karena ayahku yang udah punya bisnis lain dan aku   juga udah punya kegiatan yang lebih padat di sekolah, akhirnya saat aku SMA, aku memulai lagi untuk membuka mataku dan memulai lagi mengenal software-software tersebut. Jadi ceritanya waktu pertama kali aku masuk SMA, pertama kali nya aku diberi sebuah amanah yang menurutku cukup besar untuk seorang yang belum pernah menerima amanah apapun di SMA yang cukup jauh dari rumahnya itu. Aku mendapat amanah menjadi seorang wakil kepala department media rohis sma ku, poh al uswah. Awalnya memang aku bersikap biasa saja mengenai hal tersebut. Akan tetapi, ternyata hal itulah yang justru membuat perjalananku sedikit berubah dan membuatku menemukan hal-hal baru baik dalam diriku maupun hidupku. Aku pernah sih bahas tentang amanahku itu di tulisanku yang episode “masa kuliah”, cuma akulupa part berapanya. Yang jelas, amanah jadi wakadept itu yang ...

Hobi | Bagian Dua

Mungkin semenjak saat itu, diumurku yang masih sangat muda, sudah sangat banyak ya foto-foto ataupun gambar-gambar random yang sudah berhasil aku edit seadanya. Dari mulai fotoku sendiri, fotoku bersama sudara-saudaraku, dan foto-foto lainnya. Aku juga mendapat komentar yang cukup positif dari saudara-saudaraku. Yang jelas, aku tidak pernah berhenti untuk mempelajari halhal yang berkaitan dengan software, terutama software editing di komputer. Aku senang sekali saat melihat ayahku mengotak-atik kemampuannya membedah hardware dan software . Aku bersyukur sekali bisa memiliki ayah sehebat dia. Tidak selesai sampai disitu. Ada sebuah keanehan dalam diriku. Walaupun semenjak kejadian itu aku sering sekali dimintai tolong oleh ayahku untuk membantu pekerjaannya, yaitu untuk mengedit foto, ada satu hal yang paling tidak bisa aku lakukan dan aku malah cenderung membencinya jika aku disuruh melakukannya. Menggambar. Ya, aneh kan ya? Pernah waktu aku TK dulu, aku sampai menangis saa...