Skip to main content

Masa Kuliah | Bagian Satu


Sekarang hari minggu, aku barusan nugas, tapi udah selesai dan butuh refreshing, so aku nulis aja. Tiba-tiba aku keinget kamu, dek. Dek ale. Barusan aku lihat story wa ibu, dia ngepost fotomu. Lucu banget. Kamu udah makin gede sekarang, mungkin memang masih jauh dari kata dewasa, tapi aku gak menyangka aja kamu bisa sebesar itu. aku masih inget waktu dulu pertama kali aku bahagia banget ketemu kamu di dunia. Aku bahagia banget dek bisa punya kamu. Sama kaya sekarang, aku selalu membangga-banggakan kamu untuk menjadi adikku. Aku selalu bangga dan bahagia punya kamu, dek. Aku harap, kamu juga punya pemikiran yang sama ya sama aku. Maafkan aku, mungkin memang aku terlalu nyebelin untuk disayang sama kamu. Tapi, percayalah, aku beneran sayang sama kamu. Aku kangen dipeluk kamu. Aku kangen kamu teriak-teriak, lari-lari, main sama temenmu sampe aku ke berisikan ga bisa belajar. Tapi, itulah yang bikin aku terhibur. Oiya, kalo tentang aku yang suka marah kalo kamu sedang mencoba untuk ngobrol atau ngajak main aku, mungkin itu memang karena kekurangdewasaan aku. Oke kalo kamu baca itu diumurmu yang sekarang aku yain kamu gaakan ngerti. Kamu baru  5 tahun bro. Mungkin kalo kamu baca ini waktu besok kamu udah smp, atau sma, mungkin kamu akan sedikit lebih mengerti.

Dek, manfaatkan masa mudamu, ya. Puas-puasin main, belajar yang bener, berdoa dan ibadah yang khusyu’, cari temen juga yang sebanyak-banyaknya. Bukannya sih aku nyuruh kamu tidak “mensortir” teman, tapi aku harap kamu bisa menerima berbagai kalangan dengan tetap “teguh pada prinsip’ mu. Jangan tersesat, dan jangan pula terdiam. Semakin dewasa, kamu akan semakin sulit untuk nyari “teman”. Mungkin, memang kamu akan mudah, dek, untuk dapat relasi yang lebih luas, mudah banget, asal kamu mau aja. Tapi, jangan harap untuk dapat “teman” yang beneran. Susah, susah banget parah. Kamu udah punya temen deket? Pertahanin aja. Yakin.

Aku mau cerita deh tentang masa kuliah ku yang udah berjalan sekitar 2 minggu sampe hari ini.
Di minggu pertaman, aku disambut dengan kegiatan ospek, bernama ppsmb. Iya, ospek-ku selama 1 minggu, full. Bahkan ada kegiatan pasca nya juga, lho. Seru banget si ppsmb tu. Diluar ekspektasiku. Ospek tu yang ada dipikiranku (dari pengalamanku) selalu kalo gak menegangkan, ya membosankan. Tapi, kalo ini parah si seru banget, keren banget. Aku suka. Dari mulai upacara pembukaan, pengenalan gugus, ospek fakultas, bikin formasi, sampe upacara pentupan lagi, dan parah itu seru semua. Ini menurut pandanganku aja, aku salut banget sama semua panitia ppsmb. Aku tau, mereka sangat-sangat bekerja keras untuk membuat acara ini sukses. Aku bahkan sampe merasa bersalah sendiri, mungkin aku punya banyak banget salah sama mereka, mungkin memberatkan mereka, mungkin mereka juga pernah direpoti sama aku, dan lain lain. tidak terkecuali ya, yang mungkin yang paling keliatan adalah co-fass, tapi aku yakin sih semua panitia bekerja sangat-sangat keras. Co-fass emang yang paling keliatan paling menonjol. Gimana enggak, mereka bisa bisanya selalu bahagia, selalu semangat, bahkan yang paling aku heran tu mereka gapernah bisa eh berhenti nari, nyanyi, gerak, dalam kondisi apapun. Panas yang aku  cuma duduk aja tu gila parah panasnya banget, mereka bisa bisanya yang mukanya bener bener langsung menghadap ke matahari, mereka tetep aja nari nyanyi mimpin yel-yel teriak-teriak, ah paarah banget, gabisa diungkapkan dengan kata-kata ih. Apalagi, aku lebih ga nyagka lagi disaat aku tau dibalik layar mereka. Yang mereka harus merelakan waktunya utnyk ga pulang ke rumah, nginep entah dimana itu, bangun dan mandi jam 2, kumpul, dan menyiapkan segala kebutuhan untuk kegiatan di pagi hari. Itu, like, ga masuk akal aja dipikiranku. Gimana coba cara mereka untuk bisa tetep semangat dan gembira kaya gitu? Well.
.
.
.
ditulis: 18.8.19 (14:58)
=======================
🔻Follow me:
on instagram
on youtube

Comments

Popular posts from this blog

Masa Kuliah | Bagian Empat

Oiya, event yang aku ikuti tidak hanya DIS saja, tetapi juga ada beberapa event lain seperti DMF, Depa’s Infection, dan BKGN, yang alhamdulillah semuanya di-eksekusi pada topik 3 :)). Tidak hanya event saja yang memenuhi kepalaku di semester 1 ini. Aku juga dijejeli dengan berbagai kegiatan wajib kampus yang ‘katanya’, sih, merupakan rangkaian dari PPSMB fakultas (yang bahkan sampai saat ini jujur saja akumasih tidak menyukainya, haha). FGD atau forum group discussion namanya. Entah apa tujuannya yang jelas itu sangat membuang-buang waktu. Sedari awal aku jujur saja senang dan cenderung antusias ketika mendengar akan ada rangkaian PPSMB fakultas selanjutnya walaupun sedikit kesal kenapa harus dipadatkan di topik 3. padahal, di topik 1 dan 2 begitu banyaknya waktu luang sampai-sampai aku bingung harus melakukan apa. Akan tetapi, begitu kegiatan tesebut dimulai, aku masih tidak habis pikir, mengapa ditengah padatnya jadwal di fkg ini, masih saja ada pemikiran untuk membuat kegiatan ...

Hobi | Bagian Tiga

Setelah sekian lamanya aku gak nyentuh software-software design di komputer ataupun laptop karena ayahku yang udah punya bisnis lain dan aku   juga udah punya kegiatan yang lebih padat di sekolah, akhirnya saat aku SMA, aku memulai lagi untuk membuka mataku dan memulai lagi mengenal software-software tersebut. Jadi ceritanya waktu pertama kali aku masuk SMA, pertama kali nya aku diberi sebuah amanah yang menurutku cukup besar untuk seorang yang belum pernah menerima amanah apapun di SMA yang cukup jauh dari rumahnya itu. Aku mendapat amanah menjadi seorang wakil kepala department media rohis sma ku, poh al uswah. Awalnya memang aku bersikap biasa saja mengenai hal tersebut. Akan tetapi, ternyata hal itulah yang justru membuat perjalananku sedikit berubah dan membuatku menemukan hal-hal baru baik dalam diriku maupun hidupku. Aku pernah sih bahas tentang amanahku itu di tulisanku yang episode “masa kuliah”, cuma akulupa part berapanya. Yang jelas, amanah jadi wakadept itu yang ...

Hobi | Bagian Dua

Mungkin semenjak saat itu, diumurku yang masih sangat muda, sudah sangat banyak ya foto-foto ataupun gambar-gambar random yang sudah berhasil aku edit seadanya. Dari mulai fotoku sendiri, fotoku bersama sudara-saudaraku, dan foto-foto lainnya. Aku juga mendapat komentar yang cukup positif dari saudara-saudaraku. Yang jelas, aku tidak pernah berhenti untuk mempelajari halhal yang berkaitan dengan software, terutama software editing di komputer. Aku senang sekali saat melihat ayahku mengotak-atik kemampuannya membedah hardware dan software . Aku bersyukur sekali bisa memiliki ayah sehebat dia. Tidak selesai sampai disitu. Ada sebuah keanehan dalam diriku. Walaupun semenjak kejadian itu aku sering sekali dimintai tolong oleh ayahku untuk membantu pekerjaannya, yaitu untuk mengedit foto, ada satu hal yang paling tidak bisa aku lakukan dan aku malah cenderung membencinya jika aku disuruh melakukannya. Menggambar. Ya, aneh kan ya? Pernah waktu aku TK dulu, aku sampai menangis saa...