Skip to main content

Hobi | Bagian Dua


Mungkin semenjak saat itu, diumurku yang masih sangat muda, sudah sangat banyak ya foto-foto ataupun gambar-gambar random yang sudah berhasil aku edit seadanya. Dari mulai fotoku sendiri, fotoku bersama sudara-saudaraku, dan foto-foto lainnya. Aku juga mendapat komentar yang cukup positif dari saudara-saudaraku. Yang jelas, aku tidak pernah berhenti untuk mempelajari halhal yang berkaitan dengan software, terutama software editing di komputer. Aku senang sekali saat melihat ayahku mengotak-atik kemampuannya membedah hardware dan software. Aku bersyukur sekali bisa memiliki ayah sehebat dia.

Tidak selesai sampai disitu. Ada sebuah keanehan dalam diriku. Walaupun semenjak kejadian itu aku sering sekali dimintai tolong oleh ayahku untuk membantu pekerjaannya, yaitu untuk mengedit foto, ada satu hal yang paling tidak bisa aku lakukan dan aku malah cenderung membencinya jika aku disuruh melakukannya. Menggambar. Ya, aneh kan ya?

Pernah waktu aku TK dulu, aku sampai menangis saat aku diberi tugas untuk menggambar di sekolah. Aku merasa tidak percaya diri ketika aku menggambar. Rasa tidak percaya diri ku itu semakin menjadi-jadi ketika aku melihat karya-karya teman-temanku yang luar biasa bagusnya (untuk anak seumuranku) yaaa waktu itu aku tidak tau lah yang namanya orang punya bakat sejak lahir, haha. Jadi yang kau pikirkan justru hanya sekedar aku memang tidak bisa nggambar dan aku gak mau nggambar. Bahkan untuk memegang pensil gambar dan bukunya saja pun aku tidak mau. Aneh sekali si fia kecil ini. Sangat berkebalikan dengan apa yang sering aku lakukan di rumah, yaitu membantu ayahku mengedit foto di komputer dan sekaligus membuat editan-editan foto random lainnya.

Ketakutanku untuk menggambar manual terbawa hingga aku duduk di bangku sekolah dasar, bahkan hingga SMP. Saat SMA memang ketakutan itu tidak hilang, hanya saja aku berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa, hahaha. Malu lah masa dikasih tugas nggambar njuk aku nanges:V. waktu SD pernah tuh aku disuruh nggambar, dengan segala kekuatan hati dan jiwa serta ragaku aku menggambar. Gambarnya selesai, dengan aman tanpa aku tiak perlihatkan gambar itu pada siapapun. Tapi, sampailah pada waktu istirahat. Aku kumpulin kan gambar itu ke meja guru di depan kelas, yakali masa mau aku bawa pulang lagi buat apa aku nggambar. Eh. Dengan isengnya salah satu temen cowo ku yang super duper nyebelinnya, dia bawa bawa tuh gambarku keliling-keliling sekolah. Ya walaupun sekolahku cuma sebesar setengah lapangan basket SMA ku, tapi tetep aja kalo digituin pastilah aku malu. Akupun gatau maksud dia pamerin gambarku itu apa. Positif thinkng aja mungkin dia suka HAHAHA walaupun ga mungkin dan  jujur aja aku emosi. Tapi, entah kenapa saat itu aku cuma diem. Ya buat apa juga marah orang udah terlanjur pada tau juga gambarku kek apa. Kaasian ya fia kecil, sedih.
====================


🔻Follow me:

Comments

Popular posts from this blog

Hobi | Bagian Tiga

Setelah sekian lamanya aku gak nyentuh software-software design di komputer ataupun laptop karena ayahku yang udah punya bisnis lain dan aku   juga udah punya kegiatan yang lebih padat di sekolah, akhirnya saat aku SMA, aku memulai lagi untuk membuka mataku dan memulai lagi mengenal software-software tersebut. Jadi ceritanya waktu pertama kali aku masuk SMA, pertama kali nya aku diberi sebuah amanah yang menurutku cukup besar untuk seorang yang belum pernah menerima amanah apapun di SMA yang cukup jauh dari rumahnya itu. Aku mendapat amanah menjadi seorang wakil kepala department media rohis sma ku, poh al uswah. Awalnya memang aku bersikap biasa saja mengenai hal tersebut. Akan tetapi, ternyata hal itulah yang justru membuat perjalananku sedikit berubah dan membuatku menemukan hal-hal baru baik dalam diriku maupun hidupku. Aku pernah sih bahas tentang amanahku itu di tulisanku yang episode “masa kuliah”, cuma akulupa part berapanya. Yang jelas, amanah jadi wakadept itu yang ...

Hobi | Bagian Satu

Hobi. Tiba tiba terlintas di kepalaku tentang kata yang—kelihatannya--sederhana itu. sebenernya hobi itu apa, sih? dari dulu, aku cuma tau kalo hobi itu cuma sebatas suatu apapun, baik itu kegiatan, barang, makanan, or anything yang kita sukai, yang kita susah untuk bosen kalo kita udah terjun di dalamnya, yang kita nyaman dan enjoy banget sama hal-hal tesebut. Apakah itu bener? Seiring berjalannya waktu, aku bukannya semakin yakin dengan hal-hal yang aku anggap sebagai “hobi” ku, melainkan malah semakin bingung dengan pertanyaan apakah sebenernya aku punya hobi atau enggak? Ya balik lagi ke pertanyaan awal yang karena emang aku malah jadi bingung hobi itu sebenernya apa. So, aku pengen cerita tentang hal yang berkaitan dengan hobiku, yang tidak lain dan tidak bukan, harapannya semoga saja aku jadi ngerti setelah aku menjabarkan semua cerita ini. Kalo aku sering dikasih komentar dari orang lain, ya, mereka bilang aku ini suka sama hal-hal yang berbau teknologi, ya baik ...